Minggu, 17 Februari 2013

Motivasi Kerja



Motivasi kerja sangatlah penting bagi Anda baik yang ingin bertahan di karir tertentu, untuk mengembangkan karir, bahkan untuk pancapai jenjang karir tertinggi. Tanpa motivasi kerja tidak mungkin Anda mendapatkan prestasi kerja yang tinggi yang akan berimbas pada kemajuan karir Anda.

Orang-orang yang sukses dalam karir adalah mereka yang memiliki motivasi kerja. Jika seseorang yang memiliki keterampilan begitu memukau, artinya dia memiliki motivasi tinggi untuk menguasai keterampilan itu. Jika seseorang yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat, artinya dia memiliki motivasi kerja yang tinggi. Termasuk mereka yang selalu disiplin bekerja, karena motivasi kerjanya yang luar biasa.

Persaingan kerja bukanlah hal yang mudah. Setiap tahun, akan muncul ribuan tenaga kerja baru yang siap menggantikan posisi Anda. Belum rekan kerja, para pelamar yang datang dari luar negeri, bahkan keryawan di perusahaan pesaing pun bisa mengancam karir Anda jika Anda tidak mampu mempertahankan kinerja yang baik. Jadilah yang terbaik, pertahankan motivasi kerja Anda.

Tentu saja ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan di sebuah perusahaan.

Pertama, faktor kebijakan perusahaan. Melipui gaji, tunjangan, dan pensiun. Dampaknya terhadap motivasi kerja biasanya hanya sekedar untuk bertahan. Tidak memberikan dampak yang begitu besar dalam peningkatakn kinerja. Jadi, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan masalah gaji, pensiun, dan tunjangan untuk memotivasi karyawan untuk mendapatkan kinerja terbaik. Kecuali, jika perusahaan mampu memberikan gaji selangit, jauh diatas rata-rata gaji, mungkin akan memiliki pengaruh.

Kedua, faktor imbalan atau reward. Jika dikelola dengan baik, sistem imbalan atau reward terhadap karyawan yang berprestasi akan memberikan dampak yang besar untuk peningkatan motivasi.

Ketiga, faktor kultur perusahaan. Nah, yang ini, jangan dianggap sepele. Meski terlihat sederhana, tetapi masalah kultur perusahaan bisa memberikan dampak yang besar dalam peningkatan motivasi kerja. Kultur-kultur yang mengedepankan rasa hormat, kebersamaan, kejujuran, dan keakraban akan meningkatkan motivasi kerja cukup signifikan.

Keempat, faktor kondisi mental karyawan itu sendiri. Ini yang terpenting. Jika seorang karyawan yang memiliki mental yang kuat, dia akan tetap memiliki motivasi kerja meski ketiga faktor diatas kurang mendukung. Mereka memiliki pikiran jauh ke depan. Pandangannya tidak sempit hanya saat ini saja. Mereka memiliki jiwa besar untuk tetap memberikan kontribusi sebaik mungkin. Sayangnya, faktor ini kadang terlewatkan baik oleh karyawannya sendiri maupun oleh perusahaan.

Nah, bagi Anda seorang karyawan, apakah Anda sibuk menuntut tiga faktor pertama tadi atau sibuk mengembangkan diri menjadi seorang karyawan dengan motivasi kerja tinggi? Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik jika kualitas diri Anda lebih baik. Namun, itu tidak akan tercapai jika Anda hanya sibuk menuntut. Fokuslah pada diri Anda untuk menjadi lebih baik dan Anda akan mendapatkan yang lebih baik

Minggu, 27 Januari 2013

Twilight Breaking Dawn Part 2

The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (atau disebut juga dengan Breaking Dawn – Part 2) adalah sebuah film roman fantasi yang disutradarai oleh Bill Condon dan diangkat dari novel laris Breaking Dawn karangan Stephenie Meyer. Film ini merupakan bagian kedua dari film terakhir seri The Twilight Saga, yang di pecah menjadi dua film karena alasan skenario dan komersil. Ketiga karakter utamanya, Kristen StewartRobert Pattinson, dan Taylor Lautner, kembali berperan dalam film ini. Karakter baru diantaranya adalah Mackenzie Foy, yang memerankan Renesmee, putri Edward dan Bella. Breaking Dawn Part 2 dirilis pada tanggal 16 November 2012,[4] dan dirilis oleh Lionsgate diAmerika Serikat setelah perusahaan tersebut bergabung dengan Summit Entertainment, pemegang hak produksi dari film-film sebelumnya.

Setelah kelahiran Renesmee Cullen, Bella, yang kini menjadi vampir, mengetahui bahwa ia ternyata menikmati kehidupan dan kemampuan barunya bersama Edward, Jacob, dan keluarga Cullen lainnya.
Namun, Irina, seorang anggota keluarga vampir Denali, salah mengidentifikasi Renesmee dengan menganggapnya sebagai anak imortal, yaitu bayi manusia yang telah digigit dan berubah menjadi vampir, yang mana hal ini dianggap tabu dalam dunia Vampir. Irina melaporkan keluarga Cullen pada Volturi di Italia, sekaligus membalaskan dendam atas kematian pasangannya, Laurent, yang dibunuh oleh gerombolan werewolf Quileute.
Dalam upaya terakhir untuk bertahan hidup dan juga menyelamatkan Renesmee, keluarga Cullen mulai mengumpulkan klan vampir-vampir asing dan nomaden untuk memberikan kesaksian dan membela mereka dalam melawan Volturi. Klan-klan ini diantaranya keluarga Denali, vampir dari AmazonMesir, Irlandia, dan jugga vampir-vampirnomaden Eropa dan Amerika lainnya. Bersama sekutu mereka, keluarga Cullen dan kawanan werewolf sekali lagi berdiri bersama-sama untuk membela seorang anak yang sama-sama berarti bagi mereka.